Cara Perhitungan Upah Lembur Karyawan Per Jam Sesuai Depnaker Terbaru.
Perhitungan lembur merupakan salah satu komponen penting dalam proses payroll perusahaan. Perusahaan wajib menghitung upah lembur secara tepat agar sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan dan menghindari kesalahan pembayaran kepada karyawan.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari cara menghitung lembur karyawan, rumus yang digunakan, serta contoh perhitungannya secara lengkap.
1. Dasar Perhitungan Lembur
Secara umum, perhitungan lembur ditentukan berdasarkan beberapa faktor berikut:
- Upah per jam karyawan
- Jumlah jam lembur
- Hari kerja atau hari libur
- Ketentuan tarif lembur yang berlaku
Upah per jam = 1/173 × Gaji Bulanan
Angka 173 merupakan standar jam kerja rata-rata dalam satu bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan lembur.
2. Tarif Lembur Hari Kerja
Untuk lembur yang dilakukan pada hari kerja biasa, tarif yang berlaku adalah:
- Jam pertama: 1,5 kali upah per jam
- Jam kedua dan seterusnya: 2 kali upah per jam
Contoh Perhitungan Lembur Hari Kerja
Misalkan seorang karyawan memiliki gaji bulanan sebesar Rp5.000.000.
Menghitung Upah Per Jam
Rp5.000.000 ÷ 173 = Rp28.902
Jika karyawan melakukan lembur selama 3 jam, maka:
| Jam Lembur | Perhitungan | Nominal |
|---|---|---|
| Jam ke-1 | 1,5 × Rp28.902 | Rp43.353 |
| Jam ke-2 | 2 × Rp28.902 | Rp57.804 |
| Jam ke-3 | 2 × Rp28.902 | Rp57.804 |
| Total Upah Lembur | Rp158.961 | |
3. Tarif Lembur Hari Libur
Untuk pekerjaan yang dilakukan pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi, tarif lembur yang berlaku lebih tinggi dibanding hari kerja biasa.
- Jam ke-1 sampai ke-8: 2 kali upah per jam
- Jam ke-9: 3 kali upah per jam
- Jam ke-10 dan seterusnya: 4 kali upah per jam
4. Contoh Perhitungan Lembur Hari Libur
Misalkan karyawan bekerja selama 5 jam pada hari libur dengan upah per jam sebesar Rp28.902.
5 × 2 × Rp28.902 = Rp289.020
Total upah lembur yang diterima karyawan adalah Rp289.020.
5. Tips Mengelola Perhitungan Lembur
Absensi Digital
Gunakan sistem absensi digital agar data kehadiran lebih akurat.
Payroll Otomatis
Integrasikan lembur langsung ke sistem payroll perusahaan.
Approval Lembur
Terapkan persetujuan lembur agar lebih transparan dan terdokumentasi.
6. Kesalahan yang Sering Terjadi
- Salah menghitung tarif lembur.
- Tidak membedakan lembur hari kerja dan hari libur.
- Data absensi tidak valid.
- Perhitungan manual menggunakan spreadsheet.
- Tidak memiliki approval lembur yang jelas.
Pertanyaan Seputar Perhitungan Lembur Depnaker
Temukan jawaban lengkap mengenai aturan resmi jam kerja, rumus perhitungan upah lembur per jam sesuai undang-undang, dan otomatisasi rekap lembur untuk semua jenis perusahaan bersama Datanesia.
Hitung Lembur Otomatis dengan HRIS Payroll Datanesia
Otomatiskan perhitungan lembur, payroll, BPJS, PPh 21, THR, dan absensi dalam satu sistem HRIS terintegrasi.
Request Demo GratisKesimpulan
Cara menghitung lembur karyawan harus mengikuti ketentuan yang berlaku agar pembayaran upah tetap adil dan sesuai regulasi. Dengan memahami rumus upah per jam, tarif lembur hari kerja, serta tarif lembur hari libur, perusahaan dapat menjalankan proses payroll secara lebih profesional.
Untuk mempermudah proses tersebut, penggunaan software HRIS Payroll dapat menjadi solusi terbaik karena mampu menghitung lembur secara otomatis, akurat, dan terintegrasi dengan data kehadiran karyawan.