Cara Menghitung BPJS Karyawan dengan Mudah
BPJS Karyawan merupakan kewajiban perusahaan dalam memberikan perlindungan kesehatan dan jaminan sosial kepada pekerja. Dalam proses payroll, HR wajib memahami cara menghitung BPJS dengan benar agar sesuai regulasi pemerintah.
Perhitungan BPJS yang tepat membantu perusahaan menghindari kesalahan payroll dan meningkatkan kepatuhan administrasi.
Jenis BPJS Karyawan
BPJS untuk karyawan terdiri dari:
- BPJS Kesehatan
- BPJS Ketenagakerjaan
Cara Hitung BPJS Kesehatan
Iuran BPJS Kesehatan sebesar 5% dari gaji bulanan.
- 4% dibayar perusahaan
- 1% dipotong dari gaji karyawan
Gaji Bulanan × 5%
Contoh Perhitungan
Jika gaji karyawan Rp5.000.000:
| Komponen | Nominal |
|---|---|
| Total BPJS | Rp250.000 |
| Dibayar Perusahaan | Rp200.000 |
| Potongan Karyawan | Rp50.000 |
Cara Hitung BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari beberapa program:
- JHT (Jaminan Hari Tua)
- JP (Jaminan Pensiun)
- JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja)
- JKM (Jaminan Kematian)
Persentase BPJS Ketenagakerjaan
| Program | Perusahaan | Karyawan |
|---|---|---|
| JHT | 3,7% | 2% |
| JP | 2% | 1% |
| JKK | 0,24% - 1,74% | 0% |
| JKM | 0,3% | 0% |
Tips Mengelola BPJS Payroll
Perusahaan disarankan beralih menggunakan hris payroll hitung bpjs karyawan otomatis agar pemotongan iuran berjalan akurat tanpa perlu kalkulasi manual satu per satu.
- Gunakan software payroll otomatis
- Update regulasi BPJS terbaru
- Audit payroll secara berkala
- Simpan data payroll dengan aman
Kesimpulan
Menghitung BPJS Karyawan merupakan bagian penting dalam sistem payroll. Dengan memahami rumus BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan dapat memastikan penggajian berjalan akurat dan sesuai aturan.